Senin, 20 Juli 2020
Prinsip Kerja Mekanisme Katup
Minggu, 19 Juli 2020
Menganalisis gangguan pada sistem rem hidrolik
MENGENALI GANGGUAN PADA REM DAN CARA MENGATASINYA
★PEDAL REM RENDAH ATAU RINGAN
Kemungkinan sebab:
- Pad rem aus
- Kebocoran sistem rem
- Master silinder rusak atau ada uddara di dalam silinder rem
- Perapat piston rem aus atau rusak
- Penyetel otomatis rem belakang rusak
- Ganti pad/sepatu rem
- Perbaiki kebocoran
- Perbaiki atau ganti master silinder nya
- Lakukan pembuangan udara jika dalam master silinder terdapat udara
- Perbaiki silinder rem
- Perbaiki atau ganti penyetel rem
- Rem parkir slah penyetelan
- Kabel rem parkir macet
- Batang pendorong boster salah penyetelan
- Tegangan pegas pembalik lemah
- Saluran rem tersumbat
- Silinder roda atau piston kaliper macet
- Master silinder rusak
- Setel rem parkir
- Perbaiki seperlunya
- Setel batang pendorong
- Ganti pegas pembalik
- Ganti sepatu rem
- Ganti penyetel
- Perbaiki atau ganti master silinder
- Tekanan udara ban salah
- Sepatu rem atau pad rem tercemar gemuk atau oli
- Pad rem menggeliat,aus atau berkaca
- Tromol atau piringan oleng
- Pegas pembalik rusak
- Silinder roda rusak
- Pad rem macet
- Periksa tekanan udara ban
- Periksa penyebab dan ganti sepatu rem atau pad rem
- Ganti tromol atau piringan
- Ganti pegas pembalik
- Perbaiki silinder rem
- Sepatu atau pad rem tercemar oli
- Sepatu rem menggeliat,pelapis rem aus,tromol aus
- Piston macet di dalam silinder
- Boster rem rusak
- Saluran rem tersumbat
- Periksa penyebab dan ganti sepatu rem atau pad rem jika sudah tidak layak di gunakan
- Perbaiki silinder
- Perbaiki boster rem
- Sepatu rem lengket terhadap tromol/piringan
- Tonjolan backing plat aus
- Pegas penahan sepatu rem lepas atau kendor
- Baut pengikat backing plat kendor
- Busing peluncur aus
- Ganti dan lumasi tonjolan backingplate
- Ganti pegas penahan sepatu rem
- Kencangkan baut pengikat backingplate
- Ganti plat penahan pad
- Ganti busing peluncur
- Sepatu atau pad rem aus
- Terjadi pergesekan antara kaliper dengan roda atau rotor
- Terjadi pergesekan penutup debu dengan rotor atau backingplate dengan tromol
- Komponen sistem rem yang lain rusak
- Terjadi pergesekan antara ban terhadap chasis atau bodi
- Bubut kembali tromol atau piringan jika tergores parah
- Ganti yg di perlukan
- Perbaiki seperlunya
- Tromol dan pelapis rem,rotor dan pad aus atau tergores
- Pad rem kotor,tercemar dan berkaca
- Pedal rem atau batang pendorong boster salah penyetelan
- Shim anti derit lepas atau rusak
- Kaliper berkarat
Memahami prinsip kerja sistem penerangan
Sistem Penerangan Kendaraan
Sistem Penerangan adalah instalasi dari berbagai rangkaian penerangan pada kendaraan atau semua sistem kelistrikan pada bodi kendaraan yang bertujuan untuk menjamin keamanan dan kenikmatan saat berkendara.
2. Fungsi Sistem Penerangan
Fungsi sistem penerangan adalah sebagai penerangan pada kendaraan untuk memberikan tanda-tanda kepada pengendara lain misalnya pada saat akan membelok maupun akan berhenti sehingga pengendara lain lebih aman. Selain itu, juga untuk memberikan indikator pada pengendara contoh lampu tanda belok kanan atau kiri sudah menyala, kondisi bahan bakar masih banyak atau sudah habis dan lain-lain, disamping itu juga untuk menambah kenikmatan saat berkendara.
3. Komponen Pembentuk Sistem Penerangan (Wiring Diagram)
Komponen Utama Pembentuk Wiring Diagram Antara Lain:
a. Baterai
Baterai berfungsi sebagai sumber energi listrik rangkaian.
Umumnya baterai pada kendaraan mempunyai tegangan 12 Volt

b. Fuse
Fuse berfungsi sebagai pengaman rangkaian dan komponen dari beban lebih / arus lebih.

c. Saklar / Switch
Saklar berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus atau mengendalikan rangkaian.

d. Load
Load yaitu pengguna energi listrik kemudian diubah ke energi lain. Misalnya energi listrik menjadi energi cahaya yaitu lampu, energi listrik menjadi energi bunyi yaitu klakson ,dsb
e. Kabel
Kabel berfungsi untuk menghubungkan antar komponen dan mengalirkan arus listrik.
f. Massa
Massa berfungsi untuk menghubungkan antar komponen dengan negatif baterai.

Komponen Bantu Pembentuk Wiring Diagram Antara Lain:
a. Konektor
Konektor berfungsi sebagai penyambung antar kabel.
b. Sepatu Kabel
Sepatu kabel berfungsi sebagai penyambung antar kabel dengan komponen.
c. Baut Massa
Baut Massa berfungsi untuk menghubungkan kabel negatif dengan body kendaraan.
d. Pelindung Komponen
Pelindung Komponen berfungsi untuk melindungi komponen dari kerusakan atau hubungsingkat / kongslet.
Komponen Tambahan Dalam Wiring Diagram Antara Lain:
a. Relay
Relay adalah sebuah saklar elektronik yang dapat dikendalikan dari rangkaian elektronik lainnya.

Macam macam Relay:
a. Relay 4 Kaki Normaly Open.
b. Relay 4 Kaki Normaly Closed.
c. Relay Double Throw.

b. Flasher Unit
Flasher Unit digunakan untuk mengedipkan lampu tanda belok dan lampu hazard secara interval.
Flasher Unit ada dua jenis yaitu:
Jenis Electronic
Flasher ini terbuat dari rangkaian electronic / semiconductor.
Jenis Bimetal
Flasher ini terbuat dari bimetal.

c. Saklar Kombinasi
Saklar kombinasi yaitu saklar yang mengendalikan instalasi penerangan dan tanda pada kendaraan bermotor. Instalasi tersebut adalah:
• Kelompok lampu kota, tail lamp, plat nomor, dan iluminasi.
• Kelompok lampu kepala, blitz, dan indikator lampu jauh.
• Kelompok lampu hazard, sein, dan indikator lampu sein.
• Klakson.
• Wiper dan Washer.
Macam Macam Saklar Kombinasi:
1. Saklar Kombinasi yang Mengendalikan Lampu Kota dan Lampu Kepala

keterangan:
B/30 = Terminal yang dihubungkan dengan positif baterai.
OFF = Saklar tidak beroperasi.
58 = Terminal yang dihubungkan dengan kelompok lampu kota.
56 =Terminal yang dihubungkan dengan terminal 56 sakelar dimmer.
2. Saklar Dimmer dan Blitz.
Saklar dimmer mengendalikan lampu kepala jauh atau pendek. Sedangkan sakelar blitz mengendalikan lampu blitz (tembak).

keterangan:
B / 30 = Terminal untuk lampu blitz yang disambungkan dengan positif baterai.
56 = Terminal yang dihubungkan dengan terminal 56 sakelar kombinasi.
Hi / u = Terminal yang dihubungkan dengan lampu kepala jarak jauh.
Lo = Terminal yang dihubungkan dengan lampu kepala jarak dekat.
Lampu kepala dikendalikan oleh dua saklar yaitu saklar kombinasi dan saklar dimmer. Sedangkan Lampu blitz dapat dioperasikan kapan saja tanpa harus menyalakan lampu lain.
3. Saklar Lampu Hazard dan Sein.

keterangan:
30 = Terminal lampu hazard dihubungkan dengan positif baterai tanpa melalui main switch.
15 = Terminal lampu sein dihubungkan dengan positif baterai melalui main switch.
X = Terminal yang dihubungkan dengan terminal X Flasher Unit.
L = Terminal yang dihubungkan dengan terminal L Flasher Unit.
Left = Terminal yang dihubungkan dengan lampu sein dan indicator sein kiri.
Right = Terminal yang dihubungkan dengan lampu sein dan indicator sein kanan.
Jika saklar hazard ON maka SEIN tidak bisa beroperasi.
4. Saklar Klakson (Horn)
Saklar yang berfungsi untuk mengendalikan klakson. Saklar ini merupakan pengendali negatif dengan jenis sakelar tekan.

keterangan:
54 = Terminal yang dihubungkan dengan terminal Relay no.86.
31 = Terminal yang dihubungkan dengan Massa.
d. Main Switch
Main Switch ( saklar utama ) disebut juga dengan switch kontak / ignition switch.

keterangan:
B = Terminal yang dihubungkan dengan positif baterai.
ACC = Terminal acecoris.
IG = Terminal ignition / pengapian.
ST = Terminal Starter.
Hubungan Antar Terminal Pada Main Switch:

4. Rangkaian Sistem Penerangan
a. Lampu Rem
b. Lampu Mundur

c. Klakson ( Horn )

d. Lampu Kota

e. Lampu Kepala
f. Lampu Hazard dan Sein
5. Analisa Gangguan Sistem Penerangan
Berikut ini beberapa gangguan yang sering terjadi pada sistem penerangan:
a. Sumber tegangan berkurang, penyebabnya:
• Habis.
• Drop tegangan.
b. Open circuit, penyebabnya:
• Kabel putus.
• Sambungan kendor.
c. Over load, penyebabnya:
• Pemakaian daya yang berlebihan.
• Konsleting.
d. Komponen rusak.
e. Kesalahan rangkaian.
Untuk mendeteksi gangguan-gangguan diatas dibutuhkan alat diantaranya:
a. Avometer (Multimeter).
b. Test Lamp (Test Light).
c. Jumper Wire.
Jumat, 10 Juli 2020
Flesh
Kecepatan Cahaya dan Teleportasi dalam Sudut Pandang Agama

Telah dijelaskan dalam Al Quran bahwa bangsa Malaikat dan Jin dapat bergerak atau berpindah tempat dengan sangat cepat, bahkan banyak diantaranya yang mampu berpindah tempat atau membawa sesuatu benda berat dengan hanya kedipan mata. Apa yang dimilki oleh golongan Malaikat dan bangsa Jin, itu karena kecepatan mereka di atas kecepatan cahaya. Benarkah kemampuan mereka diatas kecepatan cahaya?
Kecepatan cahaya Adalah kecepatan tercepat yang diyakini bisa dicapai oleh sebuah benda di alam semesta ini. Kecepatan cahaya dalam sebuah vakum adalah 299.792.458 meter per detik (m/s) atau 1.079.252.848,8 kilometer per jam (km/h) atau 186.282.4 mil per detik (mil/s) atau 670.616.629,38 mil per jam (mil/h). Kecepatan cahaya ditandai dengan huruf c, yang berasal dari bahasa Latin celeritas yang berarti “kecepatan”, dan juga dikenal sebagai konstanta Einstein. Kecepatan cahaya sampai saat ini masih diakui sebagai kecepatan yang paling tercepat dari kemampuan bergerak suatu benda apapun.
Ketika seorang pilot pesawat tempur menambah percepatan pesawat secara tiba-tiba dengan kecepatan yang tinggi maka mendadak pilot akan kehilangan kesadaran (black out). Penjelasannya biasanya dikarenakan dalam keadaan tersebut jantung pilot tidak cukup kuat untuk memompa darah ke kepala. Jika percepatan semakin dinaikan secara tiba-tiba, maka akan terasa tekanan yang hebat di dada seakan sang pilot terpaku kuat-kuat di kursinya. Tekanan itu juga akan berakibat tangan susah di gerakan, mulut mengaga lebar, mata melotot, seolah mau meloncat keluar dari kelopak dan darah mengalir dalam tubuh menolak naik ke otak.
Perlahan kesadaran akan habis dan mungkin dalam tempo beberapa menit sang pilot akan mengalami kematian. Keadaan ini terjadi jika dilakukan penambahan percepatan pesawat dengan kecepatan yang sangat tinggi dan dalam waktu singkat atau tanpa dilakukan secara bertahap. Karena realitas itulah yang akan manusia alami jika mengalami percepatan untuk mencapai kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya apalagi jika dilakukan tanpa adanya tahapan, karena pada dasarnya keberadaan fisik kita ini, terletak pada medan gravitasi bumi dengan nilai tertentu. Objek padat(manusia) akan mengalami pertambahan berat jika menjelajah semakin cepat.
Sampai saat ini dipercaya bahwa objek bermassa yang dapat bergerak setara dengan kecepatan cahaya. Lalu adakah manusia yang pernah merasakan gerakan dalam kecepatan cahaya?
Keajaiban Isra dan Miraj
“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda–tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS Al Israa: 1)
Allah memberikan keistimewaan pada Nabi Muhammad dalam perjalanan Isra’ Mi’raj berupa perjalanan yang sangat jauh tapi dapat ditempuh dengan waktu yang relatif pendek. Dicapai dengan kecepatan yang sangat cepat, bahkan bisa jadi lebih cepat berlipat-lipat dari kecepatan cahaya.
Dari ayat tersebut tampak jelas bahwa perjalanan luar biasa itu bukan kehendak dari Rasulullah sendiri, tapi merupakan kehendak Allah. Untuk keperluan itu Allah mengutus malaikat Jibril (makhluk berdimensi 9) beserta malaikat lainnya sebagai pemandu perjalanan suci tersebut. Dipilihnya malaikat sebagai pengiring perjalanan Rasulullah dimaksudkan untuk mempermudah perjalanan melintasi ruang waktu.
Selain Jibril dan kawan-kawan, dihadirkan juga kendaraan khusus bernama Buraq, makhluk berbadan cahaya dari alam malakut. Nama Buraq berasal dari kata barqun yang berarti kilat. Perjalanan dari kota Makkah ke Palestina berkendaraan Buraq tersebut ditempuh dengan kecepatan cahaya, sekitar 300.000 kilo meter per detik.
Nabi Muhammad adalah manusia pilihan Allah yang telah diperlihatkan keadaan surga dan neraka pada peristiwa itu. Jika Nabi SAW mengalami peristiwa luar biasa itu, apakah kita manusia biasa memungkinkan untuk itu? Seandainya badan bermateri padat seperti tubuh kita dipaksakan bergerak dengan kecepatan cahaya, bisa diduga apa yang akan terjadi? Badan kita mungkin akan tercerai berai karena ikatan antar molekul dan atom bisa terlepas.
Jawaban yang paling mungkin untuk pertanyaan itu adalah tubuh kita diubah susunan materinya menjadi cahaya. Bagaimanakah hal itu mungkin terjadi? Teori yang memungkinkan adalah teori Annihilasi. Teori ini mengatakan bahwa setiap materi (zat) memiliki anti materinya. Dan jika materi direaksikan dengan anti materinya, maka kedua partikel tersebut bisa lenyap berubah menjadi seberkas cahaya atau sinar gamma.
Hal ini telah dibuktikan di laboratorium nuklir bahwa jika partikel proton direaksikan dengan antiproton, atau elektron dengan positron (anti elektron), maka kedua pasangan tersebut akan lenyap dan memunculkan dua buah sinar gamma, dengan energi masing-masing 0,511 MeV (Mega Electron Volt) untuk pasangan partikel elektron, dan 938 MeV untuk pasangan partikel proton.
Sebaliknya apabila ada dua buah berkas sinar gamma dengan energi sebesar tersebut di atas dilewatkan melalui medan inti atom, maka tiba-tiba sinar tersebut lenyap berubah menjadi 2 buah pasangan partikel tersebut di atas. Hal ini menunjukkan bahwa materi bisa dirubah menjadi cahaya dengan cara tertentu yang disebut annihilasi dan sebaliknya.
Alam semesta ini diciptakan berpasang-pasangan. Secara umum, alam terbentuk atas materi dan energi. Bisa dikatakan materi adalah bentuk energi yang termampatkan. Sebagaimana konsep kesetaraan massa dan energi yang dirumuskan oleh Einstein, bahwa materi dalam kondisi tertentu dapat berubah menjadi energi, dan sebaliknya energi dapat berubah menjadi materi. Setiap objek berwujud yang ada dalam alam semesta ini, pada dasarnya tersusun atas materi2 submikroskopik yang kita kenal dengan istilah atom, proton dan neutron serta dikelilingi elektron.
Pasangan materi adalah anti materi. Materi adalah objek bermassa positif sedangkan antimateri atau antipartikel aldalah objek bermassa negatif. Materi dan energi bukan berpasangan, walaupun keduanya bisa saling menjelma. Materi jika bertemu dengan antimateri dalam kondisi tertentu akan menjelma menjadi foton (annihilasi). Foton tidak memiliki massa namun memiliki energi dan momentum.
Annihilasi atau proses pemusnahan terjadi ketika massa antimateri menghapus massa materi, sehingga keduanya lenyap dan menjelma menjadi 2 foton gamma dengan massa yang bernilai nol. Sebaliknya, proses penciptaan (creation), jika foton berada pada medan tertentu, maka foton akan berproses menjadi materi. Proses ini bisa berlangsung berulang-ulang seperti siklus.
Jika dihitung jarak Bumi dan Bulan sekitar 450.000 km ditempuh dengan kecepatan cahaya, maka hanya dibutuhkan waktu sekitar 1,5 detik dalam ukuran waktu kita di bumi. Sesampainya di bulan tubuh kita kembali menjadi materi. Peristiwa ini mungkin lebih dikenal seperti teleportasi dalam teori fisika kuantum atau ilmu pindah sekejap dalam supranatural.
Yang perlu dipahami adalah perjalanan antar dimensi bukanlah perjalanan berjarak jauh atau pengembaraan angkasa luar, melainkan perjalanan menembus batas dimensi. Lalu dengan apa kita bisa melakukan perjalan menembus dimensi itu? Dengan alam bawah sadar yang kita miliki kadang bisa melalui firasat dan mimpi atau saat sukma keluar dari tubuh fisik kita!
Bila memang kecepatan cahaya itu 300.000 km/detik mampu menembus dimensi ruang dan waktu berarti dengan kecepatan itu pula kita bisa melihat masa depan! Sungguh masa besar Allah dengan segala firman-Nya.
Sumber :
http://forum.viva.co.id/iptek/863358-kecepatan-cahaya-dan-teleportasi-dalam-sudut-pandang-agama.html

